Airport Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia

Airport Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia – Airport Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia merupakan Bandara domestik dan internasional yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Bandara ini dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I dan dibuka pertama kali pada tanggal 1 Oktober 2011 untuk menggantikan fungsi dari Bandara Selaparang Mataram. Terletak persis di jantung pulau “eksotik” Lombok tepatnya di Jalan Tanak Awu. Melayani penerbangan domestik maupun international. Maskapai yang melayani rute domestik antara lain yaitu Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, Lion Air, Wings Air, Citilink, Sky Aviation, Trans Nusa Aviation, Indonesia Air Transport (Non Reguler), dan Travira Air (Non Reguler). Rute internasional dilayani oleh Silk Air dan Air Asia.

Pada tanggal 20 Oktober 2011 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan bandara ini. Arsitektur bandara ini memiliki ciri khas rumah adat sasak, namun tentu saja menggunakan bahan-bahan modern baja galvanis.

Informasi Penerbangan Airport Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia

Banyak penerbangan yang dapat mengakses Bandara Internasional Lombok, baik domestik maupun internasional. Beberapa maskapai penerbangan yang melayani penerbangan langsung dari kota Jakarta ke bandara ini yaitu Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, dan Lion Air. Anda juga dapat menggunakan Wings Air, Trans Nusa, Trigana Air, atau Sky Aviation bila Anda melakukan perjalanan dari Bali. Bila Anda melakukan perjalanan dari luar Indonesia, Anda dapat menggunakan layanan maskapai penerbangan AirAsia (dari Kuala Lumpur), Silk Air atau Singapore Airlines (dari Singapura), dan JetStar (dari Perth).

Terminal Airport Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia

Bandara Internasional Lombok relatif kecil, namun mampu menampung hingga lebih dari dua juta wisatawan tiap tahunnya. Hanya terdapat satu terminal ini di bandara ini, yang terbagi menjadi dua untuk area penerbangan domestik dan internasional.

Fasilitas Airport Lombok Nusa Tenggara Barat
  • Layanan lounge.
  • ATM dan Penukaran Valas
  • Fasilitas Visa on Arrival.
  • Tempat perbelanjaan
  • Aneka kedai makanan dan minuman.
Akses dari dan ke Airport Lombok Nusa Tenggara Barat

Bandara Internasional Lombok terletak dekat kota Praya, tepatnya di Jalan Raya, Tanak Awu Lombok Tengah di sebelah Selatan Lombok. Bandara ini terletak kurang lebih 40 kilometer sebelah Selatan dari kota Mataram. Beberapa alternatif sarana transportasi yang dapat Anda gunakan untuk perjalanan dari dan ke Bandara Internasional Lombok yaitu:

1. Penyewaan Mobil. Anda dapat memanfaatkan layanan penyewaan kendaraan di konter yang terletak di bandara ini.

2. Bus. Layanan bus DAMRI tersedia bagi Anda yang ingin mengakses bandara dari dan ke Terminal Mandalika di sebelah Timur kota Mataram dan pantai Barat kota Senggigi.

3. Taksi. Anda dapat menyewa layanan taksi dengan argo dari perusahaan jasa taksi terkemuka Blue Bird dan Express di bandara ini. Dengan menggunakan taksi dari bandara, Anda dapat mengakses tempat-tempat wisata seperti Kuta dalam waktu 25 menit, Senggigi atau Mataram dalam waktu 90 menit, dan Gili Trawangan dalam waktu sekitar dua jam.

Demikianlah seputar informasi tentang Airportt Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda, Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Juanda Surabaya Indonesia

Airport Juanda Surabaya Indonesia

Airport Juanda Surabaya Indonesia – Bandar Udara Internasional Surabaya merupakan bandar udara internasional terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan Surabaya. Bandara Internasional Juanda dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I. Namanya diambil dari Ir. Djuanda Kartawidjaja, Wakil Perdana Menteri terakhir Indonesia yang telah menyarankan pembangunan bandara ini. Bandara Internasional Juanda adalah bandara tersibuk kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta berdasarkan pergerakan pesawat dan penumpang. Bandara ini melayani rute penerbangan dari dan tujuan Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia.

Bandara ini memiliki panjang landasan 3000 meter dengan luas terminal sebesar 51.500 m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28.088 m². Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 28.900 m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 13 juta hingga 16 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun.

Sejarah Airport Juanda Surabaya Indonesia

Rencana untuk membangun satu pangkalan udara baru yang bertaraf internasional sebenarnya sudah digagas sejak berdirinya Biro Penerbangan Angkatan Laut RI pada tahun 1956. Namun demikian, pada akhirnya agenda politik pula yang menjadi faktor penentu realisasi program tersebut. Salah satu agenda politik itu adalah perjuangan pembebasan Irian Barat.

Proyek pembangunan yang berikutnya disebut sebagai “Proyek Waru” tersebut merupakan proyek pembangunan lapangan terbang pertama sejak Indonesia merdeka. Proyek ini bertujuan menggantikan pangkalan udara yang tersedia di Surabaya adalah landasan udara peninggalan Belanda di Morokrembangan dekat Pelabuhan Tanjung Perak, yang sudah berada di tengah permukiman yang padat dan sulit dikembangkan. Pelaksanaan proyek Waru, melibatkan tiga pihak utama, yaitu: Tim Pengawas Proyek Waru (TPPW) sebagai wakil pemerintah Indonesia, Compagnie d’Ingenieurs et Techniciens (CITE) sebagai konsultan, dan Societe de Construction des Batinolles (Batignolles) sebagai kontraktor.

Di tengah proses pembangunan bandara ini, sempat terjadi krisis masalah keuangan. Ketika itu bahkan pihak Batignolles sempat mengancam untuk hengkang. Penanganan masalah ini pun sampai ke Presiden Sukarno. Dan Presiden Sukarno kemudian memberikan mandat kepada Waperdam I Ir. Djuanda untuk mengatasi masalah ini hingga proyek ini selesai. Pada tanggal 15 Oktober 1963, Ir. Djuanda mendarat di landasan ini dengan menumpangi Convair 990 untuk melakukan koordinasi pelaksanaan proyek pembangunan. Tidak lama setelah itu, pada tanggal 7 November 1963 Ir. Djuanda wafat. Karena dianggap sangat berjasa atas selesainya proyek tersebut dan untuk mengenang jasa-jasa dia, maka pangkalan udara baru tersebut diberi nama Pangkalan Udara Angkatan Laut (LANUDAL) Djuanda dan secara resmi dibuka oleh Presiden Sukarno pada tanggal 12 Agustus 1964. Selanjutnya pangkalan udara ini digunakan sebagai pangkalan induk (home base) skuadron pesawat pembom Ilyushin IL-28 dan Fairey Gannet milik Dinas Penerbangan ALRI.

Terminal Airport Juanda Surabaya Indonesia

1. Terminal 1

Terminal 1 Bandara Juanda dibuka pada tahun 2006. Terminal ini terletak di sebelah utara landasan pacu. Terminal ini terbagi menjadi terminal A dan B.

2. Terminal 2

Terminal 2 mulai dibangun sejak tahun 2011 yang berada di terminal lama bandara Juanda. Terminal lama dibongkar dan dibangun terminal 2. Terminal ini dibangun untuk mengurangi kepadatan penumpang di terminal 1 yang sudah overload.

3. Terminal 3

Terminal 3 mulai dibangun sejak awal tahun 2015. Terminal ini terletak di sebelah timur Terminal 1 Juanda. Terminal ini dibangun demi mengurangi kepadatan penumpang di terminal 1 dan 2 yang sudah overload.

4. Terminal 4

Terminal 4 juga mulai dibangun sejak awal tahun 2015. Terminal ini dan 3 juga berkonsep Airport City serta kereta monorel, akses bawah tanah, dan jalan tol.

Transportasi Airport Juanda Surabaya Indonesia

1. Jalan Tol
Bandara Juanda terkoneksi dengan Jalan Tol Waru-Juanda menuju ke Surabaya sepanjang 15 km.

2. Bus
Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat untuk mengantarkan penumpang ke Terminal Surabaya yang dimulai sejak bulan November 2006.

3. Taksi
Taksi Primkopal Juanda memberlakukan tarif tetap ke berbagai macam tujuan di kota Surabaya dan daerah sekitarnya termasuk Malang, Blitar, Jember, Tulungagung. Berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia. Tiket taksi dapat dibeli di loket yang terletak di pintu keluar bandara.

4. Kereta Monorel
Kereta Monorel akan dibangun dan diresmikan bersamaan dengan terminal 3 dan 4. Panjang relnya sekitar 20 km. Nantinya, akan memiliki 29 halte yang jarak tiap haltenya antara 1,5 km hingga 2 km. Monorel ini juga memiliki 2 gerbong yang berkapasitas 200 orang.

5. Sewa Mobil Plus Supir
Sewa Mobil oleh Global Rent Car sangat mudah, dengan fasilitas yang memadai, kenyamanan hingga keselamatan penumpang,

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Juanda Surabaya Indonesia. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda.

Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Minangkabau Padang Indonesia

Airport Minangkabau Padang Indonesia

Airport Minangkabau Padang Indonesia – Bandar Udara Internasional Minangkabau atau biasa disingkat BUIM atau BUIP adalah bandar udara bertaraf internasional utama di provinsi Sumatera Barat yang melayani penerbangan untuk Kota Padang. Bandara ini berjarak sekitar 23 km dari pusat Kota Padang dan terletak di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Bandar Udara Internasional Minangkabau mulai dibangun pada tahun 2002 dan dioperasikan secara penuh pada 22 Juli 2005 menggantikan Bandar Udara Tabing. BIM merupakan bandara satu-satunya di dunia yang memakai nama etnis.

Pada tahun 2006, bandar udara ini ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai tempat embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah provinsi Sumatera Barat, Bengkulu dan sebagian Jambi. Sejak 1 Januari 2012, jam operasional bandara ini diperpanjang oleh PT Angkasa Pura II hingga pukul 00.00 WIB, yang sebelumnya hanya dibuka hingga pukul 21.00 WIB.

Fasilitas Airport Minangkabau Padang Indonesia

Bandara ini memiliki empat garbarata (Gerbang Penghubung Gedung) yang menghubungkan terminal dengan pesawat.

1. Fasilitas Terminal

  • Ticket sales counter : 9 buah
  • Check in counter : 17 buah
  • Kapasitas ruang tunggu: Domestik : 400 seat, International : 150 seat
  • Garbarata (aviobridge) : 2 buah
  • Handicapped elevator : 3 buah
  • Escalator : 2 buah
  • Baggage conveyor : 5 unit
  • Restaurant,cooffe shop, bookshop.souvenir shop
  • Toilet umum dan khusus penyandang cacat
  • Mushola
  • Comersial / business lounge
  • Nursery room
  • Smooking room
  • Waving gallery

2. Fasilitas lain

  • Sistem pengolahan limbah : incinerator sewerage treatment system
  • DPPU refueler : 3 x 25 kilo liter, fuel tank : 3 x 500 liter
  • Power supply PLN : 3.115 KVA
  • Back-Up Generator : 2 x 1.000 KVA
  • Telephone : 95 SST dan PABX
Transportasi ke dan dari Airport Minangkabau Padang Indonesia

1. Bus 

Bandara ini terhubung melalui angkutan bus dengan Kota Padang.

2. Kereta Api

Untuk menuju Kota Padang, PT (Persero) Kereta Api telah membangun jalur kereta api baru sepanjang 4,2 km dari Stasiun Duku menuju Bandara Internasional Minangkabau. Proyek ini menjadikan Bandar Udara Internasional Minangkabau tercatat sebagai bandara kedua di Indonesia yang dapat diakses melalui jalur kereta api.Tertunda dari rencana semula, angkutan kereta api yang akan menghubungkan Stasiun Simpang Haru, Padang ini ditargetkan selesai pada Agustus 2016.

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Minangkabau Padang Indonesia. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda.

Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Sam Ratulangi Manado Indonesia

Airport Sam Ratulangi Manado Indonesia

Airport Sam Ratulangi Manado Indonesia – Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi merupakan bandar udara yang terletak di kecamatan Mapanget kira-kira 30 menit dari arah pusat Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Bandara udara ini selesai dipugar pada tahun 2001. Kawasan yang asri dan hijau menghiasi daerah sekitar Bandara Udara Internasional Sam Ratulangi. Bandara ini dinamai sesuai nama Dr. Gerungan Saul Samuel Yacob Ratulangi, pahlawan nasional Indonesia asal Sulawesi Utara.

Sejarah Airport Sam Ratulangi Manado Indonesia

Bandar Udara Sam Ratulangi pada awalnya dibangun oleh Jepang pada tahun 1942 dengan panjang landasan 700 meter dan lebar 23 Meter serta diberi nama Lapangan Udara Mapanget. Kemudian ketika terjadi pergolakan Pergerakan Rakyat Semesta (PERMESTA), pasukan Tentara Pusat menamakan bandara ini sebagai Lapangan Udara Tugima untuk mengenang seorang tentara mereka Sersan Mayor Tugiman yang wafat ketika pertempuran terjadi di Mapanget.

Kemudian bandara ini kembali dinamakan Lapangan Udara Mapanget karena keberadaannya kala itu di Wanua Mapanget, Onderdistik Tatelu. Seiring perjalanan waktu, terjadi lagi perubahan penyebutan bandara ini menjadi Lapangan Udara A. A. Maramis, yang sekaligus digunakan sebagai nama jalan raya dari arah Manado ke bandara. Akhirnya, untuk mengenang Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, bandara ini oleh pemerintah dinamakan Lapangan Udara Sam Ratulangi yang kemudian dikenal hingga saat ini sebagai Bandar Udara Sam Ratulangi Manado.

Pada tahun 1994 Bandar Udara Sam Ratulangi Manado menjadi Bandar udara Internasional kelas 1B. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa penerbangan, sehingga landasan diperluas dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 meter.

Fasilitas di Airport Sam Ratulangi Manado Indonesia
  • Konter Check In
  • Musholla
  • Ruang Merokok
  • Ruang Tunggu
  • Toilet Umum
Transportasi dari dan ke Airport Sam Ratulangi Manado

1. Bus Umum

  • Rute: Bandara Sam Ratulangi – Kotamobagu
  • Tarif: Rp. 55.000
  • Waktu Tempuh: Kurang Lebih 4 jam
  • Rute: Bandara sam Ratulangi – Boulevard
  • Tarif: Rp. 25.000

2. Taksi

Operator Taksi dan Rental Mobil Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado :

  • Operator CV Chellos
  • Operator KSU Batu Api
  • Operator KSU Makaria
  • Operator Blue Bird Group
  • Operator Dian Taksi

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Sam Ratulangi Manado Indonesiaa. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda.

Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Ahmad Yani Semarang Indonesia

Airport Ahmad Yani Semarang Indonesia

Airport Ahmad Yani Semarang Indonesia – Bandar Udara Achmad Yani (IATA: SRG, ICAO: WAHS dahulu WARS & WIIS) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Nama bandara ini diambil dari salah satu nama pahlawan revolusi Indonesia, Achmad Yani. Peresmian ini juga menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004.

Sejarah Airport Ahmad Yani Semarang Indonesia

Pada awalnya Bandara Achmad Yani adalah pangkalan udara TNI Angkatan Darat, dahulu memang lebih dikenal dengan nama Pangkalan Udara Angkatan Darat Kalibanteng. Berdasarkan dari suatu Surat Keputusan Bersama dengan Panglima Angkatan Udara, Menteri Perhubungan dan Menteri Angkatan darat tanggal 31 Agustus 1966, maka Pangkalan Udara AD diubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Bersama Kalibanteng Semarang. Namun karena sebuah peningkatan frekuensi penerbangan sipil, maka pada tanggal 1 Oktober 1995, Bandar Udara Achmad Yani Semarang menjadi salah satu Bandar Udara di bawah PT Angkasa Pura. Bandara Achmad Yani berubah menjadi bandara internasional pada tahun 2004 setelah Garuda Indonesia membuka rute Semarang Singapura.

Fasilitas Beberapa fasilitas dan sarana umum yang terdapat di Airport Hang Nadim Batam Indonesia:
  • ATM
  • Wartel
  • Mini market
  • Restoran dan Cafe
  • Bank
  • Shopping Arcade
  • Waving Arcade
  • Kantor Pos
  • Bank
  • Money Changer
Transportasi Airport Ahmad Yani Semarang

1. Kendaraan Pribadi

2. Bus Rapid Trans (BRT)

  • Koridor I (Mangkang – Penggaron)
  • Koridor II (Terboyo – Sisemut/Ungaran)
  • Koridor III (Pelabuhan – Akpol)
  • Koridor IV (Terminal Cangkiran – Stasiun Tawang
    Tarif BRT :
  • Pelajar Rp. 2.000
  • Biasa (Dewasa) Rp. 3.500
  • Anak-anak diatas 5 tahun Bayar Penuh Rp. 3.500

3. Taksi Bandara Ahmad Yani

  • Jam operasional mulai dari pukul 06.00 – 21.00 Wib
  • Lokasi Lobby kedatangan Bandara Ahmad Yani
  • Tarif Rp. 35.000 / Rm. 1.050.000

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Ahmad Yani Semarang. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda.

Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia

Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia

Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia – Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Jalan Pajajaran Nomor. 156, kelurahan Husen Sastranegara, kecamatan Cicendo, kota Bandung (ibu kota provinsi Jawa Barat).

Sejarah Singkat Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia

Pada awalnya Bandar Udara Husein Sastranegara merupakan sebuah peninggalan Pemerintah Hindia Belanda dengan sebutan Lapangan Terbang Andir, yaitu suatu nama lokasi di mana lapangan terbang tersebut berada. Nama Husein Sastranegara diambil dari nama seorang pilot militer AURI yang telah gugur pada saat latihan terbang di Yogyakarta tangal 26 September 1946. Pada masa penjajahan Jepang daerah tersebut dijadikan basis Pasukan Udara Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.

Pada tahun 1920 Belanda mendirikan sebuah lapangan terbang yang diberi nama Lucthvaart Aflending atau Vliegveld Andir. Setelah tahun 1942, lapangan terbang tersebut kemudian di ambil alih oleh Jepang sampai tahun 1945. Ketika Indonesia telah merdeka, keadaan lapangan udara pada saat itu sempat mengalami keadaan vakum dari tahun 1945 hingga tahun 1949. Setelah itu, lapangan terbang tersebut di ambil alih oleh AURI sebagai pangkalan militer pada tahun 1969 sampai 1973. Sampai akhirnya tahun 1973 lapangan terbang tersebut boleh dipergunakan untuk penerbangan komersial.

Pada tahun 1974 mulai dilakukan kegiatan pelayanan lalu lintas dan angkutan udara komersial secara resmi yaitu dengan berdirinya kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan nama Stasiun Udara Husein sastranegara Bandung untuk kepentingan kegiatan penerbangan komersial sipil. Selanjutnya pada tahun 1983 berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 68/HK 207/PHB-83 tanggal 19 Februari 1983, klasifikasi Pelabuhan Udara ditingkatkan dari kelas III mejadi kelas II. Pada Tahun 1994 dilaksanakan Pengalihan Pengelolaan Bandar Udara dari Departemen Perhubungan kepada PT. Angkasa Pura II sesuai PP RI Nomor 26 Thn 1994 tanggal 30 Agustus 1994 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara RI ke dalam Modal sahan PT. Angkasa Pura II

Fasilitas di Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia
  • Fids
  • Pylotres
  • Kiosk
  • Common Use
  • Fids LED
  • Bag Drop
  • Auto Gate
  • Local BSM
Transportasi Dari dan Ke Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia

1. Taksi

Taksi Primkopau Husein Sastranegara memberlakukan tarif tetap ke berbagai macam tujuan di kota Bandung dan daerah sekitarnya termasuk Cimahi. Berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia, hanya Taksi Primkopau Husein Sastranegara yang diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang. Tiket taksi dapat dibeli di loket di pintu keluar bandara baik domestik atau internasional. Bagaimana pun juga, seluruh taksi diperbolehkan untuk mengantarkan penumpang menuju bandara.

2. Angkutan kota

Angkutan kota yang dikenal juga dengan angkot , tersedia setiap saat menuju ke terminal umum. Angkot merupakan alternatif transportasi paling ekonomis. Angkutan kota (angkot) yang melintasi kawasan Husein Sastranegara ini menuju ke Terminal Cicaheum, Ciroyom, Cibeureum dan Cijerah.

Angkot dari bandara ini sangat mudah didapat karena lokasi bandara yang sangat dekat dengan pusat kota. Bahkan dengan berjalan kaki, hanya dibutuhkan waktu 10-menit untuk menuju jalan utama yang terlayani oleh angkot.

3. Sewa mobil

Bandara ini juga menyediakan sewa mobil dari operator lokal dan internasional meliputi: TRAC, Avis, Thrifty dan Hertz.

4. Kereta api

Dengan berjalan dengan jarak 200-meter, anda akan mendapatkan Stasiun Andir.

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Husein Sastranegara Bandung Indonesia. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda, Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia

Airport Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia

Airport Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU. Sebelumnya bandar udara ini bernama Lapangan Terbang Cililitan. Bandara Halim Perdanakusuma beroperasi sementara menjadi bandara komersial mulai tanggal 10 Januari 2014 untuk mengalihkan penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta yang dinilai telah penuh sesak.

Sejarah Singkat Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia

Pada abad ke 17, daerah Cililitan merupakan sebuah tanah partikelir yang dimiliki oleh Pieter van der Velde. Tanah tersebut dinamakan Tandjoeng Ost. Kemudian sekitar tahun 1924, sebagian tanah tersebut dijadikan sebuah lapangan terbang pertama di kota Batavia. Lapangan terbang tesebut dinamakan Vliegveld Tjililitan (Lapangan Terbang Tjililitan). Di tahun yang sama, lapangan terbang ini menerima kedatangan pesawat dari Amsterdam yang kemudian menjadi penerbangan internasional pertama di Hindia Belanda. Sebelum mendarat di Cililitan, pesawat Fokker ini memerlukan waktu cukup lama di perjalanan. Karena pernah jatuh dan mengalami kerusakan di Serbia hingga harus didatangkan suku cadang dari pabriknya di Amsterdam.

Lapangan terbang ini juga turut andil dalam peresmian Bandar Udara Internasional Kemayoran yaitu dengan cara menerbangkan pesawat berjenis Douglas DC-3 menuju Kemayoran yang baru saja diresmikan.

Pada tanggal 20 Juni 1950, Belanda sepenuhnya menyerahkan lapangan terbang ini kepada pemerintah Indonesia. Ketika itu lapangan terbang ini langsung dipegang oleh AURI dan dijadikan pangkalan udara militer. Kemudian bertepatan dengan 17 Agustus 1952, lapangan terbang ini berganti nama menjadi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk mengenang almarhum Abdul Halim Perdanakusuma yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Disamping sebagai pangkalan militer, Halim juga digunakan sebagai bandar udara sipil utama di kota Jakarta bersamaan dengan Kemayoran. Pada tahun 1974, bandar udara ini harus berbagi penerbangan internasional dengan Kemayoran karena padatnya jadwal penerbangan disana. Halim juga sempat ditunjuk menggantikan peranan Kemayoran yang semakin padat. Namun hasilnya justru tertuju kepada pembangunan sebuah bandar udara baru di daerah Cengkareng. Kelak bandar udara tersebut dinamakan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Setelah Kemayoran ditutup, Bandar Udara Halim Perdanakusuma mulai mengurangi jadwal penerbangan sipil untuk berfokus guna kepentingan militer. Namun pada tahun 2013, Halim memberikan 60 slot/jam untuk penerbangan berjadwal domestik maupun internasional. Hal tersebut dikarenakan untuk mengurangi padatnya jadwal penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Fasilitas di Airport Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia
  • E-Kiosk
  • Konter Check In
  • Musholla
  • Ruang Menyusui Anak
  • Ruang Merokok
  • Ruang Tunggu
  • Toilet Umum
Trasportasi dari dan ke Airport Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia

1. Kendaraan Pribadi

2.Bus

Bus antar jemput bandara DAMRI berangkat dari Bandara Halim ke beberapa tujuan yang ada di Jakarta.

Sebuah bus yang menuju ke Bogor dan Bandara Soekarno-Hatta memakan biaya sebesar Rp 30.000 per orang, sedangkan ke Stasiun Gambir, Bekasi, Pulo Gebang dan Depok biayanya Rp 25.000 dan ke Terminal Rawamangun sekitar Rp 20.000.

Waktu tempuhnya sekitar setengah hingga satu jam perjalanan, namun tentu saja tergantung dengan kondisi lalu lintas.

3. Taxi

Bandara Halim tidak jauh dari pusat kota Jakarta, harga taksi pun pun cukup terjangkau, apalagi bila Anda bersama beberapa orang. Biayanya sekitar Rp 100.000 untuk taksi yang menuju ke pusat kota Jakarta (Monas).

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Halim Perdanakusuma Jakarta Indonesia. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda, Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Raja Haji Fisabilillah Riau Indonesia

Airport Raja Haji Fisabilillah Riau Indonesia

Airport Raja Haji Fisabilillah Riau Indonesia – Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah yang sebelumnya bernama Bandar Udara Kijang ini merupakan Bandar udara internasional yang terletak di Kota Tanjung Pinang, provinsi Kepulauan Riau. Bandara ini dikelola PT. Angkasa Pura II.

Statusnya dari dulu adalah internasional, namun dikarenakan Kepulauan Riau belum pisah dari Riau Daratan maka bandara ini jarang dipergunakan. Setelah tahun 2001 Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia, maka terjadilah pembangunan yang pesat di kota Tanjung Pinang dan bandara ini diramaikan lagi oleh beberapa maskapai penerbangan yaitu Merpati pada tanggal 19 Desember 2007, Sriwijaya Air pada awal bulan Februari 2008 dan Riau Airlines pada pertengahan tahun 2005.

Pada bulan Mei 2007 pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan Bandara ini. Proyek mulai berjalan pada bulan Juni. Pengembangan bandara meliputi penambahan fasilitas seperti radar dan landasan pacu ditambah sekitar 400 meter dari awalnya yang hanya 1.856 meter menjadi 2.256 meter. Selain itu, gedung terminal bandara juga diperluas dari 2.118 meter persegi menjadi 8.348 meter persegi. Dengan perluasan itu diharapkan dalam satu tahun mampu melayani 600 ribu orang. Pada April 2008 bandara ini resmi berganti nama dari Bandar Udara Kijang menjadi Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.

Nama bandara diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah, pahlawan nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana.
Perpanjangan landas pacu hingga 3.578 by 45 meter (11.739 × 148 ft), dan sejak September 2014 sudah dipergunakan.

Fasilitas di Airport Raja Haji Fisabilillah Riau Indonesia
  • Baggage Claim
  • E-Kiosk layanan informasi mandiri yang berisi informasi mengenai bandara dan informasi umum yang terkait. E-Kiosk menggunakan layar sentuh untuk memudahkan penggunaan.
  • Information and Customer Service Counters
  • Jasa Pemungkus Bagasi
  • Musholla Terletak di Terminal keberangkatan dan Kedatangan lantai 2
  • Ruang Menyusui Anak
  • Wi-Fi Gratis Akses internet tanpa batas di area bandara dengan Wi-Fi: tnj-airport@wifi.id
Transportasi dari dan ke Airport Raja Haji Fisabilillah Riau Indonesia

1. Kendaraan Pribadi

2. Taksi

Taksi Biaya taksi yang dibutuhkan sekitar Rp. 70,000 untuk menuju pusat kota Tanjung pinang. Sedangkan biaya yang diperlukan untuk menuju kota lain bisa mencapai 2 kali lipat. Di pulau Bintan tidak ada transportasi umum.

3. Kereta Bandara

KA Bandara akan melayani penumpang sejak pukul 04.00 pagi dari Stasiun Medan dan terakhir pukul 23.30 dari Stasiun Bandara Kuala Namu. Mulai 14 November, KA Bandara memberikan paket harga menarik, yaitu semakin banyak tiket yang dibeli harganyapun semakin murah.

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Raja Haji Fisabilillah Riau. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda, Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia

Airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia

Airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia – Merupakan sebuah bandara yang terletak di kota Pekanbaru dan sebelumnya bernamakan Bandara Simpang Tiga. Bandara ini memiliki luas 321,21 ha. Dalam rangka menyambut PON XVII pada tahun 2012, bandara ini diperluas sehingga nantinya dapat menampung pesawat yang lebih besar. Bandara ini juga menjadi pangkalan bagi Skuadron Udara 12 TNI AU. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Syarif Kasim II, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Riau.

Sejarah Singkat Airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia

Bandar Udara ini merupakan bandara peninggalan sejarah dari zaman kemerdekaan melawan para penjaja Belanda dan Jepang. Landasan udara ini terdiri dari tanah yang dikeraskan dan digunakan sebagai Pangkalan Militer. Awalnya landasan pacunya adalah dari Timur menuju Barat dengan nomor runway 14 dan 32. Pada awal kemerdekaan di bangun landasan pacu baru yang terbentang dari arah utara menuju selatan dengan nomor runway 18 dan 36. Panjang landasan lebih kurang 800 meter dengan permukaan landasan berupa kerikil yang di padatkan. Pada tahun 1950 landasan pacu di perpanjang menjadi 1.500 meter, dan pada tahun 1967 landasan di mulai proses pengaspalan Runway, Taxi, dan Apron setebal 7 cm serta pertambahan panjang landasan sepanjang 500 meter.

Pada tahun 1960 Pemerintah mengoperasikan bandara ini menjadi bandara Perintis dan mengubah nama dari Landasan Udara menjadi “Pelabuhan Udara Simpang Tiga”. Nama Simpang Tiga diambil karena lokasinya berada tiga jalan persimpangan yaitu jalan menuju Kota Madya Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu. Berdasarkan Rapat Kepala Kantor Perwakilan Departemen Perhubungan tanggal 23 Agustus 1985 nama Pelabuhan Udara Simpang Tiga diganti menjadi Bandar Udara Simpang Tiga terhitung tanggal 1 September 1985.

Pada 1 April 1994 Bandar Udara Simpang Tiga bergabung dengan Manejemen yang di kelolah oleh PT. Angkasa Pura II (Persero). Dan di sebut dengan Kantor Cabang Bandar Udara Simpang Tiga Yang kelak berubah nama menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang di tetapkan melalui keputusan Presiden No.Kep.473/OM.00/1988-AP II tgl. 4 April 1998 dan di resmikan oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid tgl 29 April 2000.[1]

Pada tahun 2009 lalu, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II telah dimulai peluasan Bandara Sultan Syarif Kasim II oleh pihak Angkasa Pura II yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi Riau. Peluasan ini direncanakan akan diselesaikan pada akhir 2011 dan dibangun sebagai persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang akan digelar pada 2012. Peluasan ini dilakukan karena dinilai tidak lagi dapat menampung jumlah penumpang melalui menggunakan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II yang setiap tahunnya semakin meningkat.

Fasilitas Yang tersedia di Airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia
  • E-Kios
  • Jasa Pembungkusan Bagasi
  • Konter Check In
  • Kursi Roda
  • Layanan Charger Gratis
  • Layanan Internet Gratis
  • Layanan Penitipan Barang
  • Lounge
  • Musholla
  • Pelayanan Terpadu Angkutan Darat
  • Ruang Istirahat
  • Ruang Menyusui Anak
  • Ruang Merokok
  • Wi-Fi Gratis
Transportasi airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia

1. Taksi Bandara

Transportasi ini dikelola oleh koperasi angkutan udara TNI. Untuk inLiners dengan penerbangan kedatangan hanya bisa menggunakan taksi ini. Tetapi untuk inLiners yang akan ke Bandara ini bisa menggunakan taksi lainnya.

Tarif Taksi rata-rata dari bandara ke kota Pekanbaru berkisar antara Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu. Bila inLiners ingin menggunakan taksi lain (bukan taksi Bandara) maka inLiners harus berjalan kaki ke luar area Bandara. Kelebihannya, tarif taksi bisa sedkit lebih murah.

2. Trans Metro Pekanbaru

Jenis bus trans Metro Pekanbaru ini memiliki jalur khusus serta halte-halte pemberhentian tertentu. InLiners juga bisa transit ke tujuan lain tanpa harus membayar lagi.

Salah satu rute bus trans metro Pekanbaru adalah ke Bandara SSK II. Namun halte pemberhentiannya masih diluar Area Bandara. inLiners harus berjalan kaki untuk masuk ke dalam area bandara. Untuk kedatangan, inLiners juga harusberjalan kaki keluar area Bandara hingga ke Halte Bus Trans Metro Pekanbaru. Untuk tarif bus trans metro Pekanbaru Rp 4.000. Rute yang akan dilewati diantaranya Perum Pandau, Jalan Sudirman, Pelita Pantai.

3. Ojek Motor dan Angkot

Untuk pilihan lain, inLiners bisa menggunakn angkot atau ojek motor. Tarif angkot sekitar Rp 4000. Sementara untuk ojek tarifnya tergantung kemampuan tawar menawar dengan abang ojeknya.

Jika inLiners ingin menggunakan ojek atau angkot, maka inLiners juga harus berjalan kaki ke luar area Bandara. Di luar area Bandara akan terlihat angkot yang lalu lalang dan pangkalan Ojek.

Demikianlah seputar informasi tentang Airport Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Indonesia. Kunjungi terus website kami www.daftarwifiairport.web.id karna akan ada banyak informasi yang mungkin saja bermanfaat buat anda.

Terima Kasih.

Baca Juga : Airport Hang Nadim Batam Indonesia

Airport Hang Nadim Batam Indonesia

Airport Hang Nadim Batam Indonesia – Terletak di Batam yang berada di Kepulauan Riau, Indonesia. Bandara yang mengambil nama “Hang Nadim”, yaitu nama dari salah seorang laksamana atau pejuang di daerah Johor-Riau pada masa penjajahan Bangsa Portugal di Malaka ini dari tahun ke tahun semakin ramai oleh penumpang. Hal ini tidak terlepas dari lokasinya yang dekat dengan negara Singapura dan Malaysia.

Saat ini Bandar Udara Internasional Hang Nadim memiliki satu buah terminal yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Rute-rute penerbangan domestik yang rutin dari dan ke Batam, di antaranya adalah Jakarta-Batam, Surabaya-Batam, Medan-Batam, Padang-Batam, Palembang-Batam, Pontianak-Batam, dan Balikpapan-Batam. Maskapai penerbangan yang mengoperasikan rute ini seperti Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Garuda Indonesia. Sedangkan rute penerbangan internasional yang tersedia di antaranya adalah Kuala Lumpur-Batam, Penang-Batam, dan Sidney-Batam.

Pihak Bandar Udara Internasional Hang Nadim mengamati terjadinya peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan jasa bandara ini. Hal ini mendorong mereka untuk meningkatkan daya tampung penumpang dari Terminal 1 dan membangun sebuah terminal baru, yaitu Terminal 2 dalam waktu dekat.

Fasilitas Airport Hang Nadim Batam Indonesia:

Terdapat sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Hang Nadim. Dari segi fasilitas transportasi, bandara ini menyediakan Bus Damri dengan berbagai jurusan, seperti Batu Ampar, Batu Aji, Barelang.

Area, dan Sekupang. Selain itu terdapat taksi dan area parkir yang cukup luas. Calon penumpang juga dapat menggunakan fasilitas ATM dan Money Changer. Apabila memiliki kebutuhan yang perlu dibeli, maka penumpang dapat pergi ke Mini Market dan Shopping Arcade. Tidak hanya itu, Bandar Udara Hang Nadim juga memiliki sejumlah pilihan Restoran dan Cafe, Kantor Pos, dan Bank.

Beberapa fasilitas dan sarana umum yang terdapat di Airport Hang Nadim Batam
  • ATM
  • Wartel
  • Mini market
  • Restoran dan Cafe
  • Bank
  • Shopping Arcade
  • Waving Arcade
  • Kantor Pos
  • Bank
  • Money Changer

Transportasi dari dan ke Airport Hang Nadim Batam Indonesia:

1. Taksi Dengan menggunakan taksi, waktu yang diperlukan untuk menuju ke bandara lebih cepat, tapi tentu saja harga yang dibayar harus lebih mahal.. Tarif perjalanan menggunakan taksi dari pusat kota Batam ke bandara adalah sekitar Rp 75.000.

2. Angkutan umum ini merupakan alat transportasi yang cukup murah. Dengan menggunakan bus DAMRI kita dapat menuju pusat kota atau terminal feri penyeberangan.

Baca Juga : Airport Kualanamu Medan Indonesia