Airport

Bandara Indonesia Yang Bisa Turunkan Pesawat Raksasa

Bandara Indonesia Yang Bisa Turunkan Pesawat Raksasa

Bandara Indonesia Yang Bisa Turunkan Pesawat Raksasa

Bandara Indonesia Yang Bisa Turunkan Pesawat Raksasa

Bandara Indonesia Yang Bisa Turunkan Pesawat Raksasa , Bandar udara Internasional Ngurah Rai sekarang ini tengah lakukan peningkatan. Ini untuk memberikan fasilitas terus bertambahnya kesibukan bandar udara ini untuk pintu masuk pulau Bali, salah satunya tempat arah wisata populer di Indonesia.

Bandar udara dengan sarana oke dapat layani penerbangan tipe apa saja. Itu sebagai arah peningkatan bandar udara Ngurah Rai ini supaya makin menggenjot bagian pariwisata Tanah Air. Menteri tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) Dahlan Iskan serta berasa takjub dengan peningkatan bandar udara Ngurah Rai sebab akan memiliki sarana untuk pesawat raksasa double deck atau kabin tingkat type A380.

“Ini bandar udara pertama di Indonesia yang memiliki sarana komplet untuk A380 double deck,” kata Dahlan. Bandar Udara Kualanamu di Medan sekarang ini akan diperlengkapi dengan sarana pendaratan pesawat type itu. Tetapi menurut Dahlan, sarana di Bali semakin sangat mungkin sebab diperlengkapi garbarata (tempat turun penumpang langsung ke terminal) ganda.

Nanti sesudah bandar udara Ngurah Rai, terminal III bandar udara Soekarno Hatta akan diperlengkapi dengan sarana yang sama. Untuk info, salah satunya ketentuan service pesawat raksasa adalah panjang dasar picu yang memenuhi untuk media tinggal landas serta pendaratan satu pesawat. Pesawat raksasa seperti Boeing 747 atau Airbus A380 memerlukan dasar picu panjang ini.

Data dari perusahaan Boeing menjelaskan panjang runway minimum yang dapat dilewati pesawat besar itu ialah seputar 3090 meter. Sebenarnya ukuran B-747 serta A-380 hampir sama, jadi dasar yang dapat digunakan oleh B-747 juga bisa digunakan oleh A-380. Di Indonesia sendiri telah ada bandar udara dengan panjang dasar picu yang dapat memuat pesawat raksasa ini. Cuma diperlukan tambahan sarana karena itu bandar udara di Indonesia bisa berkompetisi dengan bandar udara lain di dunia.

Bandar Udara Hang Nadim, Batam

Bandar Udara Hang Nadim, Batam

Bandar udara internasional Indonesia yang terdapat di Batam ini memiliki panjang dasar 4025 meter. Panjang dasar ini serta menaklukkan bandar udara internasional negara yang lain seperti Changi di Singapura atau Narita di Jepang yang mempunyai panjang dasar selama 4000 meter. Luas ruang parkir (apron) sekarang ini 110,541 meter persegi, serta gagasannya akan ditambah jadi 170ribu meter persegi. Kemampuan apron sekarang ini bisa memuat 7 buah Boeing B-747, 3 buah DC serta 3 buah Fokker 27. Bandar udara ini dapat dibuktikan cukup efisien serta awalannya ditingkatkan untuk pilihan untuk pendaratan genting jika berlangsung penutupan bandar udara Changi, sebab satu musibah genting atau momen intimidasi.

Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang

Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang

Bandar udara internasional Soekarno Hatta untuk pintu masuk ibukota negara Indonesia ini memiliki panjang dasar picu yaitu 3660 meter. Bandar udara ini mulai beroprasi pada 1985 gantikan bandar udara Kemayoran serta Halim Perdanakusuma. Bandar udara yang direncanakan oleh arsitek Perancis Paul Andreu mempunyai luas 18 km persegi. Bandar udara Soekarno Hatta mempunyai dua dasar paralel yang dipisah oleh dua taxiway selama 2400 meter.

Bandar udara yang terdapat di Kabupaten Tangerang, Banten ini sampai sekarang ini masih adalah bandar udara paling besar di Indonesia. Dari bagian panjang dasar sebenarnya bandar udara Soekarno Hatta sudah dapat memuat pesawat raksasa tetapi unsur taxy way yang belum memberikan fasilitas. Satu pesawat A380 pernah dapat lakukan pendaratan genting di bandar udara ini.

Bandar Udara Frans Kaisiepo, Papua

Bandar Udara Frans Kaisiepo, Papua

Bandar udara yang terdapat di Kecamatan Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor ini mempunyai panjang dasar yaitu 3571 meter. Dasar picu ini adalah peninggalan penjajah Belanda. Bandar Udara yang dibuat pada saat perang dunia ke dua ini, sempat jadi pusat penerbangan pada saat penjajahan serta pembebasan Irian Barat. Bandar udara dengan code BIK ini ada di 46 kaki di atas permukaan laut. Angkasa Pura I sekarang ini jadi faksi pengelola bandar udara itu.

Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar

Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar

Bandar udara internasional di propinsi Sulawesi Selatan ini mempunyai panjang dasar picu yaitu 3100 meter. Bandar udara ini alami proses pelebaran serta peningkatan yang diawali tahun 2004. Sekarang ini, bandar udara Sultan Hasanuddin layani 225 jalur penerbangan. Ada 18 maskapai yang layani penerbangan domestik, serta 2 maskapal yang layani jalur internasional. Bandar udara yang pernah dikukuhkan jadi salah satunya bandar udara dari tiga bandar udara paling baik di Indonesia ini, dari data Dewan bandar udara Internasional tempati posisi keempat untuk bandar udara tersibuk. Pada 2011 tertera bandar udara Sultan Hasanuddin sudah layani penumpang sekitar 7,4 juta orang. Tingginya frekwensi penumpang di bandar udara ini membuat kewenangan bandar udara memperlebar bandar udara dari 51 000 m? jadi seputar 7 hektar.

Baca Juga : Bandara Soetta Mengenai Covid-19