Bandara Internasional Hang Nadim Batam

Bandar udara internasional hang nadim adalah bandara ini ada 1 landas pacu sebuah bandar udara yang berada di kelurahan batu besar, kecamatan nongsa, kota batam, provinsi kepulauan riau. Bandar udara ini mendapatkan nama dari laksamana hang nadim yang termahsyur dari kesultanan malaka. Bandara ini mempunyai landasan pacu sepanjang 4.025 meter yang membuat bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di indonesia. Dan kedua di asia tenggara setelah bandar udara internasional kuala lumpur, malaysia, dengan kondisinya saat ini, bandara hang nadim dapat menampung 18 pesawat berbadan lebar dengan jenis boeing 747, boeing 767 dan boeing 777.

Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulau-pulau seberang, termasuk singapura. Namun, lama kelamaan, penyebrangan menggunakan feri mulai tidak efektif, sehingga dibangunlah bandara hang nadim. Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif bandar udara internasional changi singapura yang diletak dari singapura. Karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung pesawat-pesawat jenis airbus a380, boeing 747, boeing 767, dan boeing 777. Akan tetapi. Bandara ini juga mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari bandara-bandara lain di wilayah pertumbuhan sijori seperti. : Bandar udara internasional senai yang diletak dari johor bahru (ibu kota negara bagian johor) dari negara malaysia dan bandar udara internasional changi yang diletak dari singapura.

Sejarah Hang Nadim

Bandar Udara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal hari Minggu, 1 Januari 1984 ditandai untuk pertama kalinya melakukan perbaikan yaitu pembuatan landasan pacu (runway) sepanjang 4.025-meter.

Setahun kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Selasa, 1 Januari 1985. Dengan melayani penerbangan domestik yang melayani rute penerbangan langsung. Seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Juanda (Surabaya), Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandar Udara Internasional Polonia (Medan), Pekanbaru, Bandar Udara Tabing (Padang) dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Lima tahun kemudian penerbangan internasional dibuka secara resmi pada tanggal 1 Januari 1990. Dengan melayani penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan langsung ke Bandar Udara Internasional Senai, Johor Bahru, Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi di Singapura.

Lima tahun kemudian upacara peresmian untuk umum dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tanggal 1 Januari 1995. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti sebagai tanda resmi dibukanya layanan penerbangan internasional dengan mengganti nama bandara menjadi “Bandar Udara Internasional Hang Nadim”.

Share:

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.